Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Manajemen Uang Saku


·      
  • Uang saku <Rp500.000,- per bulan:
      Pertama, harus membagi dulu keperluan kita dalam sebulan seperti uang jajan, ongkos, dan belanja. Menurut pakar keuangan dari ZAP Finance Indonesia, Prita Hapsari Ghozie, 50% dari uang saku biasanya digunakan untuk uang jajan. Kalau uang jajan kita Rp400.000,- berarti kita harus menyisihkan Rp200.000,- untuk uang jajan. Sisanya bisa kita gunakan untuk keperluan lain. Nah, karena uang saku bulanan kita nggak terlalu banyak. Prioritaskan mana yang terpenting. Lebih baik utamakan yang terpenting dulu seperti uang jajan dan ongkos. Bisa lebih hemat lagi kalau kita membawa bekal dari rumah.
  • Uang saku Rp500.000,00-Rp1.000.000,00 per bulan:
      Kalau kita bisa berhemat, kebutuhan kita bisa terpenuhi semua selama sebulan. Tapi, tetap harus diprioritaskan kebutuhan pokok,ya! Sisihkan paling tidak 50% dari uang saku untuk jajan dan ongkos. Sisanya bisa kita gunakan untuk yang lain seperti uang pulsa, hobi, maupun belanja. Misalnya, uang bulanan kita sebesar Rp600.000,- sisihkan dulu Rp300.000,- untuk keperluan pokok. Lalu sisanya lagi bisa kita gunakan untuk membeli pulsa, belanja ataupun kita tabung. Kita masih bisa berhemat lagi kalau kita bawa minuman sendiri dari rumah.
  • Uang saku >Rp1.000.000,- per bulan:
      Kita bisa memakai uang saku untuk belanja sekaligus untuk menabung. Hati-hati jangan sampai boros,ya! Kita harus pintar-pintar untuk menyisihkan uang saku supaya nggak dipakai berlebihan. Tetap sisihkan 50% dari uang saku kita untuk jajan dan ongkos. Misalnya, uang saku kita sebesar Rp1.200.000,- per bulan, setengahnya kita simpan untuk jajan dan ongkos terlebih dahulu. Sisanya yang Rp600.000,- lagi bisa kita gunakan untuk keperluan lain. Seperti, Rp100.000,- untuk pengeluaran hobi kita, Rp100.000,- untuk komunikasi atau kebutuhan pulsa kita, Rp200.000,- untuk belanja, dan sisanya masih bisa ditabung.

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar